Senin, 07 Oktober 2013

Dari Jubair bin Nufair dari Muhammad bin Abi Umarah, salah seorang shahabat Nabi, beliau mengatakan,


عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِى عُمَيْرَةَ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَوْ أَنَّ عَبْداً خَرَّ عَلَى وَجْهِهِ مِنْ يَوْمِ وُلِدَ إِلَى أَنْ يَمُوتَ هَرَماً فِى طَاعَةِ اللَّهِ لَحَقَّرَهُ فِى ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَوَدَّ أَنَّهُ رُدَّ إِلَى الدُّنْيَا كَيْمَا يَزْدَادَ مِنَ الأَجْرِ وَالثَّوَابِ ».

 “Andai seorang hamba selalu sibuk menyembah Allah dan melakukan ketaatan dari lahir sampai dia meninggal dunia dalam kondisi tua renta, niscaya pada hari Kiamat dia menilai bahwa seluruh amal tersebut tidak ada nilainya. Bahkan orang tersebut ingin bisa kembali ke dunia untuk bisa menambah pahala” 

H.R. Ahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar